Macam Macam Penyakit Dan penanganannya

Berisi tentang berbagai macam penyakit serta tanda - tanda dan bagaimana cara penyembuhannya.

Tips kesehatan

Berisi tentang tips - tips seputar kesehatan.

Khasiat Flora Dan Fauna

Berisi tentang khasiat - khasiat yang terkandung dalam tumbuh - tumbuhan dan hewan.

Lain - Lain

Berisi tentang info - info atau berita - berita dalam dunia kesehatan dan yang berkaitan dengan kesehatan.

Saturday, January 5, 2008

Kesehatan GIGI dan GUSI



Kesehatan GIGI dan GUSI,pentingkah untuk diperhatikan??
Dari teori focal infeksi yang banyak mendapat perhatian selama abad 19 dan awal abad 20. Teori ini menyebutkan bahwa infeksi di rongga mulut bertanggungjawab atas inisiasi dan progresi berbagai penyakit inflamasi seperti radang sendi, tukak lambung, dan radang usus buntu.

Kemajuan dalam klasifikasi dan identifikasi kuman bakteri rongga mulut dan bidang imunologi, semakin meyakinkan adanya peran penting infeksi gigi terhadap berbagai penyakit sistemik seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit paru, penyakit gula, stroke, kanker, dsb. Juga menjadi semakin jelas bahwa gigi dan rongga mulut dapat menjadi tempat asal bagi desiminasi mikroorganisme penyebab penyakit ke bagian tubuh lain.

Sejumlah studi epidemiologis mengusulkan bahwa infeksi rongga mulut, khususnya radang gusi (gingivitis) dan jaringan pendukung gigi(periodontitis) merupakan suatu faktor risiko bagi penyakit sistemik.

Jumlah bakteri di rongga mulut mencapai ratusan juta. Xiajing Li dkk (2000) mencatat lebih dari 1011 bakteri dalam setiap miligram plak gigi. Plak adalah semacam lendir yang senantiasa menempel pada permukaan gigi. Memang tidak semua bakteri rongga mulut membahayakan. Sebagian besar justru dibutuhkan sebagai flora normal mulut. Bakteri yang potensial menimbulkan penyakit gigi, dan banyak pula dijumpai pada penyakit sistemik yaitu golongan bakteri anaerob gram negatif. Antara lain, P. Gingivalis, B. Intermedius, dan A. Actinomycetemcommitans. Bakteri-bakteri ini dominan pada radang gusi dan radang sekitar ujung akar gigi sampai terjadi bengkak bernanah abses) seperti dialami almarhum Leysus.

Penyebaran Lewat Darah

Bakteri rongga mulut dapat menyebar melalui aliran darah, disebut bakteriemia. Yang menyebar bisa bakteri itu sendiri maupun racun yang dihasilkannya (endotoxin/exotoxin).

Beberapa penelitian mengenai bakteriemia ini layak disimak. Bakteriemia diamati pada 100% pasien setelah cabut gigi, 70% setelah pembersihan karang gigi, pada 55% setelah pembedahan gigi geraham bungsu, 20% setelah perawatan akar gigi, dan 55% setelah operasi amandel.

Penelitian melibatkan 735 anak-anak yang menjalani perawatan gigi busuk, menemukan 9% anak-anak mengalami bakteriemia. Penelitian lain menunjukkan penyebaran bakteri setelah perawatan akar gigi. Dan, kurang dari 1 menit setelah prosedur rongga mulut, kuman dari gigi yang terinfeksi telah mencapai jantung, paru, dan sistem kapiler darah tepi.

Pada kondisi kesehatan mulut normal, hanya sejumlah kecil bakteri fakultatif dan tidak membahayakan masuk ke dalam aliran darah. Namun, pada kondisi kebersihan mulut jelek, jumlah bakteri pada permukaan gigi meningkat 2-10 kali lipat. Sehingga peluang terjadinya bakteriemia juga lebih besar. Kecuali lewat bakteriemia, adanya rangkaian reaksi imunologis yang dipicu oleh infeksi di rongga mulut, merupakan penjelasan lain mengapa problem gigi dapat merambat ke penyakit-penyakit serius sampai berujung kematian seperti almarhum Leysus.

Gigi dan gusi sebetulnya tidak melekat erat, melainkan ada celah sekitar 2 mm disebut kantung gusi (sulcus gingiva). Daerah inilah yang paling rentan terjadi infeksi bakteri dan peradangan, sehingga timbul penyakit periodontal. Tanda-tandanya: gusi memerah, bengkak, mudah berdarah, mungkin disertai kegoyahan gigi.

Grossi dan Genco (199 mengemukakan 17 macam penyakit sistemik yang berhubungan langsung dengan penyakit periodontal, termasuk penyakit gula, jantung, kanker dan stroke. Beberapa penelitian retrospektif membuktikan, pasien penyakit jantung, stroke, DM, umumnya kebersihan mulutnya lebih jelek dibanding pasien normal. Dari uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa gigi dan mulut bisa menjadi pemicu dan memperparah berbagai penyakit sistemik.

Menjaga kesehatan gigi dan mulut sangat penting bukan saja untuk mencegah penyakit oral, melainkan juga untuk memelihara kesehatan umum yang baik. Kematian pelawak kondang Leysus, hendaknya menjadi cermin bagi kita semua supaya lebih care dalam 'menjaga mulut' dan seisinya.

Tips Menggosok Gigi




Menggosok gigi secara benar dan teratur dua kali sehari dapat mengurangi resiko terjadinya kerusakan gigi.

Gosoklah seluruh permukaan gigi yang menghadap ke pipi dan lidah. Pastikan seluruh permukaan telah tergosok. Untuk gigi atas gerakan sikat dari atas ke bawah dan sebaliknya untuk gigi bawah gerakan sikat dari bawah ke atas. .
Gosoklah dengan lembut permukaan gusi dan lidah, Posisi sikat gigi kurang lebih 45 derajat di daerah perbatasan antara gigi dan gusi sehingga gusi tidak terluka. (dari drg_likatrimulya)

Thursday, November 29, 2007

antara gigi dan konsentrasi

selama ini masyarakat kita kurang sadar dengan kesehatan gigi dan pentingnya menjaga keutuhan gigi.
gigi kita merupakan harta yang tak ternilai harganya, beberapa orang mungkin sudah menyadarinya namun sekitar 70% tidak tanggap akan kesehatan gigi mereka.
selam in kita selalu beranggap kalo gigi yangs akit lebih baik dicabut, maka masalah akan selesai. namun kalau semua gigi kita sakit dan harus dicabut??? wah ga terbayang deh masih mudah ompong seperti kakek - kakek. ya sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi kita sejak dini.
disini antara dokter gigi dan pasien sangat berbeda paham tentang gigi, dokter gigi selalu berusaha mempertahankan gigi selama mungkin berada dalam mulut namun pasien selalu dengan gigi yang kesakitan datang ke tempat praktek minta agar giginya dicabut saja (jadi bingung mana yang lebih pinter ya??? dokter atau pasiennya.). mungkin karena pengetahuan yang kurang, semua itu bisa teratasi dengan kesabaran yang dimiliki oleh pasien maupun dokter gigi. sakit gigi memang sangat menggangu konsentrasi, apapun pekerjaan yang akan kita lakukan rasanya malas sekali, mau makan jadi ga nafsu sedangkan perut dah keroncongan... mau kerja wah tambah ga konsen, mau belajar apa lagi. maka dari itu sangatlah penting merawat dan memeriksakan gigi kita dengan rutin ke dokter gigi.